Negeriku . . .
bagaimana kabarmu?
sudah lama tak kudengar berita tentangmu
tetapi, mengapa begitu banyak teriakan tentangmu?
kenaikan BBM . . .
mahalnya pendidikan . . .
setiap harinya pemuda pemudi berjas
berdiri di tengah jalan meneriakkan tentang keadilan.
tahukah kamu?
disini beberapa penduduk mesir mengetahui tentangmu.
mereka mengenal Bapak Presiden kita Soekarno
mereka juga tahu negeri kita kaya
kaya akan alam, budaya dan keberagamannya.
sampai mengganggap bahwa kita semua orang-orang yang kaya.
Namun sayangnya hal itu tidak sama dengan yang mereka fikirkan.
masih banyak saudaraku disana yang cukup sulit memakan sesuap nasi.
masih banyak anak-anak yang belum mendapat pendidikan yang layak.
alam yang sejatinya milik kita telah dimiliki orang lain.
kita bak buruh di negeri sendiri.
Negeriku . . .
sampaikan salam rinduku untuk
alamku, hutanku, samuderaku, bahkan saudara-saudaraku dari sabang sampai merauke.
katakan bahwa "AKU BANGGA menjadi ANAK INDONESIA"
bagaimanapun dan dalam keadaan apapun.
karna sejatinya INDONESIA laksana Ibu Pertiwi yang melahirkan orang-orang hebat.
walaupun kau jauh dari pelupuk mataku namun dalam jiwaku ada bendera Merah Putihmu.
Cairo, 17 November 2014