Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin. ya.. peringatan Tahun Baru Hijriyah di negeri orang. mungkin sebelumnya peringatan di negeri sendiri dengan mengaji, berdo'a bersama di masjid bahkan hanya sekedar mengirim short message ke teman-teman ucapan minta maaf. namun kali ini berbeda, saya bersama kawan-kawan satu flat mengikuti silaturahim Fadhilatu Shaikh DR.
Ali Gomaa Mohamed Abdel Wahab. di Masjid Fadhil Sittah. beliau pernah menjadi Grand Mufti of Egypt.ya... kalau di Indonesia seperti MUI . . . beliau yang mengeluarkan fatwa-fatwa di Mesir. mungkin bedanya di mesir sangat di agungkan. kalau kita melihat adanya perbedaan hari raya di bangsa kita sendiri. namun hal tersebut tidak akan kita temukan di negara mesir ini. semua serempak dengan keputusan Mufti of Egypt.
Fadhilatu Shaikh DR.Ali Gomaa Mohamed Abdel Wahab.
Karena jarak tempuh lumayan jauh, saya beserta kawan-kawan yang lain mengikuti rombongan dalam satu bus. walaupun ada beberapa kendala seperti bus mogok dan para ikhwan harus mendorong beberapa saat. akhirnya kami sampaidi tempat yang kami tunggu-tunggu. sepanjang jalan depan masjid telah penuh dengan beberapa kendaraan.
Ketika saya beserta kawan yang lainnya memasuki masjid, saya dibuat terpana dengan kerumunan orang yang membanjiri dalam masjid.tidak hanya wajah-wajah arab yang membanjiri seluruh ruangan masjid.
namun wajah-wajah asia tenggara juga turut di dalamnya seperti
Indonesia, Malaysia dan negara tetangga lainnya.sayangnya kami datang terlambat, dan kami melewatkan momen yang paling kami inginkan yaitu mendengarkan tutur kata dari Shaikh DR. Ali Gomaa. namun apa daya dengan melihat beliau dari kejauhan pun sudah membuat kami bahagia.banyak diantara hadirin yang mengambil gambar bahkan rela menopang
ponsel dengan waktu yang cukup lama, hanya ingin merekam momentum
yang berharga ini.
Moment yang patut diabadikan
Sholawat melantun merdu menghiasi seluruh ruangan masjid. membuat hati ini sejuk dengan keindahan kalimat-kalimatnya. disela-sela acara ada beberapa anak kecil yang di "tahnik"
, yaitu diberi makan kurma yang telah dikunyah lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi. jadi beberapa anak kecil tersebut langsung ditahnik oleh salah satu ulama besar. jika di Indonesia seperti imunisasi. namum penerapan tahnik ini memang sudah muncul sejak zaman Rasulullah SAW.
Acara inipun ditutup dengan berdo'a bersama yang dipimpin oleh Shaikh DR.
Ali Gomaa.
Bersama kawan-kawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar