Rabu, 29 Oktober 2014

Memperingati Tahun Baru Hijriyah di Negeri Orang

Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin. ya.. peringatan Tahun Baru Hijriyah di negeri orang. mungkin sebelumnya peringatan di negeri sendiri dengan mengaji, berdo'a bersama di masjid bahkan hanya sekedar mengirim short message ke teman-teman ucapan minta maaf. namun kali ini berbeda, saya bersama kawan-kawan satu flat mengikuti silaturahim Fadhilatu Shaikh DR. Ali Gomaa Mohamed Abdel Wahab. di Masjid Fadhil Sittah. beliau pernah menjadi Grand Mufti of Egypt.ya... kalau di Indonesia seperti MUI . . .  beliau yang mengeluarkan fatwa-fatwa di Mesir. mungkin bedanya di mesir sangat di agungkan. kalau kita melihat adanya perbedaan hari raya di bangsa kita sendiri. namun hal tersebut tidak akan kita temukan di negara mesir ini. semua serempak dengan keputusan Mufti of Egypt.


                                            Fadhilatu Shaikh DR.Ali Gomaa Mohamed Abdel Wahab.

Karena jarak tempuh lumayan jauh, saya beserta kawan-kawan yang lain mengikuti rombongan dalam satu bus. walaupun ada beberapa kendala seperti bus mogok dan para ikhwan harus mendorong beberapa saat. akhirnya kami sampaidi tempat yang kami tunggu-tunggu. sepanjang jalan depan masjid telah penuh dengan beberapa kendaraan.

Ketika saya beserta kawan yang lainnya memasuki masjid, saya dibuat terpana dengan kerumunan orang yang membanjiri dalam masjid.tidak hanya wajah-wajah arab yang membanjiri seluruh ruangan masjid. namun wajah-wajah asia tenggara juga turut di dalamnya seperti Indonesia, Malaysia dan negara tetangga lainnya.sayangnya kami datang terlambat, dan kami melewatkan momen yang paling kami inginkan yaitu mendengarkan tutur kata dari Shaikh DR. Ali Gomaa. namun apa daya dengan melihat beliau dari kejauhan pun sudah membuat kami bahagia.banyak diantara hadirin yang mengambil gambar bahkan rela menopang ponsel dengan waktu yang cukup lama, hanya ingin merekam momentum yang berharga ini.

Moment yang patut diabadikan

Sholawat melantun merdu menghiasi seluruh ruangan masjid. membuat hati ini sejuk dengan keindahan kalimat-kalimatnya. disela-sela acara ada beberapa anak kecil yang di "tahnik", yaitu diberi makan kurma yang telah dikunyah lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi. jadi beberapa anak kecil tersebut langsung ditahnik oleh salah satu ulama besar. jika di Indonesia seperti imunisasi. namum penerapan tahnik ini memang sudah muncul sejak zaman Rasulullah SAW. 

Acara inipun ditutup dengan berdo'a bersama yang dipimpin oleh  Shaikh DR. Ali Gomaa.


                                                                                       Bersama kawan-kawan










Meneriakkan SUMPAH PEMUDA di Negeri Orang

"SOEMPAH PEMUDA"
Kami Poetra Dan  Poetri Indonesia Mengakoe Bertumpah Darah Jang Satu, Tanah Air Indonesia
Kami Poetra Dan Poetri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia
Kami Poetra Dan Poetri Indonesia Mengjoenjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia

Sumpah pemuda sebagai tonggak utama sepanjang sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia. sumpah yang di ikrarkan oleh Pemuda dan Pemudi Indonesia. bahwa kita adalah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. yang ditulis oleh Muhammad Yamin, di bacakan oleh soegondo dan Mr.Soenario sebagai utusan kepanduan menyampaikan pidatonya diakhir sesi kongres.

Sumpah ini sebagai bentuk kepedulian para Pemuda dan Pemudi atas nasib bangsa. untuk menatap jauh kedepan menjadi Indonesia yang Merdeka. namun nyatanya cita-cita mulia para Pemuda dan Pemudi Indonesia terdahulu harus ternodai dengan adanya perpecahan dan kerusuhan antar golongan, ras, maupun kelompok politik. 

Maka dari itu saya beserta kurang lebih 450 kawan-kawan Idonesia. di Negeri Kinanah ini kami meneriakkan "SUMPAH PEMUDA". bahwasanya kami ingin meneruskan dan memperjuangkan cita-cita Pemuda dan Pemudi Indonesia terdahulu. untuk menuju Indonesia yang lebih baik. 

Merantaunya kami di negeri orang bukan maksud lari dari permasalahan bangsa yang kian memanas. tetapi untuk membawa bekal yang cukup dan segudang ilmu. Insya Allah guna memberikan solusi akan permasalahan-permasalahan yang terjadi di bumi pertiwi. AMIN.... 

Semoga apa yang kami impikan. apa yang kami cita-citakan dan apa yang kami lakukan di Negeri Kianah ini dipermudah oleh Allah SWT. AMIN... Sampaikan salam kami untuk Bumi Pertiwi tercinta bahwa kami akan kembali.

Jumat, 17 Oktober 2014

Talaqqi di Masjid al-Azhar dan Ziarah Makam Imam Husein

Hari Rabu, 15 Oktober kemarin, saya beserta kawan-kawan dari IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) diajak untuk mengikuti talaqi.pada Syeikh Hisyam Kamil Hamid As Syafi'i al-Azhari. Seorang Imam dan Khatib di Masjid al-Azhar yang juga seorang doktor dalam bidang syariah. kata senior-senior disini beliau adalah salah satu imam besar penganut madzhab Syafi'i yang sangat ramah. beliau senantiasa memberikan buku-buku yang berkualitas pada para hadirin dan hadirot dalam majelis ini.

Kami memulai perjalanan dengan menggunakan bus 80 coret. para masisir (Mahasiswa indonesia yang berada di mesir) menjuluki bis 80 coret dikarenakan dimuka bus bertuliskan 80 font arab dengan garis miring didepannya. maap ya ... tak bisa saya tuliskan dengan detail soalnya lepy saya gak canggih-canggih amat hehehe.

Setelah berselang satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di Masjid al-Azhar. fuih... segarnya udara pagi disini. melihat beberapa orang berbondong-bondong memasuki masjid untuk belajar dan mengikuti talaqi bersama imam-imam besar. kami memasuki salah satu ruangan dalam masjid yang bernama Abbasiyah. bersama kawan-kawan kami khusyuk mendengarkan penjelasan tentang bab wudhu dari kitab Qurratul Ain.kami menyimak dan mendengarkan penuh antusias, walaupun terkadang beberapa perkataan beliau ada yang belum kami pahami. Alhamdulillah ... bisa menimba  ilmu langsung bersama imam besar.   
                                  



Syeikh Hisyam Kamil Hamid As Syafi'i al Azhari



                                                            Mimbar dan tempat Imam melaksanakan sholat


Ketika adzan sholat dzuhur berkumandang beliau mengakhiri talaqi pada siang ini. kami bergegas melaksanakan sholat dzuhur dimasjid al-Azhar, Subhanallah rasanya seperti mimpi bisa melaksanakan sholat dimasjid ini. setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur kami diajak mengelilingi masjid al-Azhar yang mana terdapat beberapa bagian masjid dengan nama yang berbeda-beda. beberapa diantaranya ada bagian "maghrib" yang mana dulunya tempat itu sebagai tempat berkumpul dan belajarnya orang-orang yang berasal dari maghrib. ada juga bagian fathimiyyah yang dibangun pada masa fathimiyyah. kami juga ditunjukkan ruangan "Darul Ifta" jadi didalamnya sudah ada beberapa ulama-ulama besar yang siap dengan pertanyaan-pertanyaan tentang fatwa-fatwa terbaru al-Azhar. disampingnya juga terdapat perpustakaan, sayangnya saya beserta kawan-kawan tidak bisa memasuki perpustakaan tersebut dikarenakan penajaga "bawwab" tidak ada ditempat.


                                                                             di Masjid al-Azhar

                                                   
Setelah berkeliling-keliling masjid al-Azhar kami diajak menuju Masjid Sayyidina Imam Husein dengan berjalan kaki.yang didalamnya terdapat makam Sayyidina Imam Husein cucu Baginda Rasulullah SAW. dan menurut ahlu sunnah kepala beliau dimakamkan disini. Subhanallah jadi semakin cinta akan Allah swt dan Islam, setelah mendengarkan beberapa cerita tentang masjid ini dari ustad yang menjelaskan. tampak dihalaman masjid terdapat payung-payung. jadi kalau foto disini berasa dimadinah hehehehe. kami selalu di kagumkan oleh arsitektur-arsitektur bangunan yang sangat berbeda jauh dengan bangunan-bangunan yang biasa kami temui di indonesia.

                                                           Di depan Masjid Imam Husein
Makam Imam Husein 

                                                          Pintu masuk Masjid Imam husein

Kamis, 16 Oktober 2014

Negeri Kinanah

Alhamdulillah . . . saya sudah sampai di negri kinanah Egypt, buminya para nabi.mulai dari pemberangkatan pada tanggal 12 Oktober dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. check in pukul 21.00 WIB take off pukul 00.40 WIB tanggal 13 Oktober. dengan maskapai Emirates selama 7 jam. Subhanallah diri ini berdecak kagum atas segala ciptaanNya, ketika melihat adanya perbedaan siang dan malam dalam peta penerbangan. ketika di Indonesia sudah muncul dengan sinar mentarinya. saya beserta kawan yang lain masih dalam perjalanan dengan langit gelapnya.
Setelah melewati beberapa negara selama 7 jam, alhamdulillah saya beserta kawan2 sampai di kota Dubai ibukota dari negara Qatar pukul 06.00 PM kira2. seperti yang kita ketahui kota Dubai adalah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA). memiliki populasi terbesar dan merupakan emirat terbesar kedua menurut luasnya, setelah Abu Dhabi.nah di kota Dubai yang megah ini saya beserta kawan2 transit dikota ini selama 3 jam. ya... kami harus berjalan kaki cukup lama menuju gate, karna saking luasnya hehehe akhirnya kami punya waktu 1 jam untuk menggu pesawat selanjutnya.

Kira2 pukul 08.00 PM kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Cairo. dengan lama perjalanan 3 jam. singkat cerita ketika kami sampai di Bandara Internasional Cairo dan keluar dari sana. kesan pertama ... cukup panas hehehe makanya saya dari rumah tak membayangkan yang indah2 takutnya saya kaget disini.
dengan dijemput kakak2 senior disini. kami naik bus menuju tempat yang dituju. kami berkumpul di KPMJB (kelompok parahyangan mahasiswa jawa barat) ya.. base campnya Mahasiswa/i yang dari jawa barat. kami beristirahat serta melepas lelah yang tak tertahankan. dan kami bertemu dengan orang2 penting seperti Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) dan yang lainnya.

Alhamdulillah sudah dua hari satu malam saya beserta kawan2 ada disini.saya tinggal diflat, ya ... yang biasa sahabat2 liat di film AAC ato di novelnya gitu..... dengan penghuni6 orang. kayak hidup di tengah-tengah dunia lain, kayak orang ilang hehehehe ga ngerti apa2. apalagi ketika di jalan raya ngeliat kanan kiri banyak mobil2 lalu lalang dengan kecepatan yang lumayan tinggi, belok tanpa memakai riting. jadi saya sebagai penyebrang jalan jadi bingung mau menempatkan posisi gimana hahaha.